BANJAR – Aroma sedap dan kesibukan khas dapur profesional mulai terasa di lingkungan Jurusan Kuliner SMKN 4 Banjar. Selama dua hari, yakni pada 15 hingga 16 April 2026, sebanyak puluhan siswa tingkat akhir bersiap menghadapi fase krusial dalam perjalanan akademik mereka: Uji Kompetensi Keahlian (UKK).
Kegiatan ini bukan sekadar ujian biasa, melainkan ajang pembuktian kematangan skill dan mental bagi para calon koki muda sebelum benar-benar terjun ke industri kuliner yang kompetitif.
Standar Industri dan Penguji Profesional
Untuk menjamin kualitas lulusan yang berdaya saing global, SMKN 4 Banjar menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bhakti Persada Bandung. Kehadiran penguji eksternal dari LSP ternama ini memastikan bahwa setiap aspek yang dinilai selaras dengan standar kompetensi kerja nasional maupun internasional.
Kepala Jurusan Kuliner, Bapak Hamzah Amir Nuridn, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan UKK tahun ini mengacu pada Skema Sertifikasi Okupasi. Skema ini dirancang sedemikian rupa untuk mencakup spektrum kerja di industri perhotelan dan restoran secara menyeluruh.
"Tahun ini kami fokus pada dua pilar utama, yaitu Waiters (pelayanan restoran) dan Food Production. Di dalam Food Production sendiri, siswa akan diuji dalam dua sub-keahlian besar: Cookery (pengolahan makanan panas/main course) dan Patisserie (pembuatan kue dan roti)," jelas Bapak Hamzah saat ditemui di sela-sela persiapan teknis.
Optimisme dari Manajemen Sekolah
Dukungan penuh datang dari jajaran pimpinan sekolah. Kepala SMKN 4 Banjar, Ibu Tina Nurhayati, A.Md., S.Pd., MM.Par., menyampaikan pesan penuh motivasi dan doa bagi para peserta didik. Sebagai sosok yang juga memiliki latar belakang pendidikan pariwisata, beliau memahami betul pentingnya sertifikasi kompetensi bagi masa depan siswa."Kami berharap anak-anak jurusan Kuliner diberikan kelancaran dan kemudahan dalam melaksanakan UKK ini. Ini adalah gerbang menuju dunia kerja yang sesungguhnya. Semoga hasil yang dicapai maksimal dan mereka bisa mengantongi sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional," tutur Ibu Tina dengan penuh optimisme."Taste the Future": Menyiapkan Koki Muda BerkarakterDengan mengusung slogan "Taste the Future: Young Chefs Ready for the Industry", kegiatan UKK ini menekankan bahwa masa depan industri kuliner ada di tangan generasi muda yang terampil, disiplin, dan kreatif.Sepanjang dua hari pelaksanaan, para siswa akan dinilai secara ketat, mulai dari:Persiapan Kerja: Kebersihan diri (grooming) dan sanitasi lingkungan.
Proses Pengolahan: Teknik memotong, pengolahan bumbu, hingga ketepatan suhu memasak.Penyajian (Plating): Estetika penyajian makanan agar menarik secara visual.Service: Keramahan dan ketangkasan dalam melayani tamu di area restoran.Pelaksanaan UKK ini diharapkan mampu melahirkan lulusan SMKN 4 Banjar yang tidak hanya mahir mengolah rasa di balik meja dapur, tetapi juga profesional dalam memberikan pelayanan prima, sesuai dengan tuntutan industri pariwisata modern.